Jumat, 25 Maret 2016

- True Entrepreneur


Hampir semua orang ingin menjadi seorang pengusaha atau seorang bisnisman.
Ini menjadi topik yang selalu diangkat akhir-akhir ini.
Banyak orang yang mulai mengarahkan dirinya kesana, dan memperkenalkan diri sebagai seorang pengusaha.


Orang-orang mulai membuat usaha yang mereka claim sebagai usaha independen mereke sendiri.
Tapi, apakah dengan membuka toko,  anda sudah mejadi seorang pengusaha? atau Bisnisman ?
Bukankah ada perbedaan antara menjadi seorang pengusaha dan seorang pedagang.
Lalu bagaimana menjadi seorang "true Entrepreneur"?


Banyak orang atau buku yang mengatakan, jika ingin menjadi Entrepreneur kita harus memiliki bisnis plan. Mengumpulkan modal, investor lokal yang baik, pemasaran, dan hubungan publik yang baik. Kami rasa sudah hampir semua dari kita yang mengetahui hal tersebut.

Jadi kami akan mencoba mengajak anda untuk melihat dari sudut yang lainnya.
Salah satu komponen yang menjadikan seseorang pengusaha yang sukses adalah kemampuan untuk melihat permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan dan berusaha untuk menemukan solusi pemecahan dari permasalahan tersebut.

Secara tidak langsung menjadi seorang entrepreneur adalah menjadi seorang yang ahli dalam keresahan, kebutuhan, keinginan masyarakat.

Hal-hal yang membuat hidup menjadi sulit karena jika kita mau memperhatikan lebih dekat lagi, hampir semua orang-orang sukses yang terlihat sangat berambisi tersebut hanyalah orang-orang yang sedang berusaha memecahkan permasalahan yang menyulitkan hidup banyak orang.

Dan semakin besar hal vital yang kita perbaiki maka akan semakin besar juga kesuksesan yang menunggu didepan sana.

Mungkin saat ini, di Era yang modern seperti ini kebanyakan dari kita berfikir kalau sudah tidak ada lagi yang bisa diciptakan. Sudah tidak ada lagi celah untuk penemuan baru kita merasa semuanya sudah ditemukan.

Benarkah demikian? Benarkah tidak ada lagi penemuan yang bisa dikembangkan manusia.
Sebelum masuk lebih dalam mari kita coba lihat lagi perbedaan mendasar yang memisahkan antara pedagang dan seorang entrepreneur.

Kebanyakan dari kita salah dalam mengartikannya.
Kita berfikir kalau orang-orang besar seperti Steve Jobs atau Bill Gates adalah seorang pedagang murni yang hanya memikirkan keuntungan.
Kita berfikir tentang kemampuan marketing yang mereka miliki.
Tapi sadarkah kita kalau kita membeli produk yang mereka tawarkan bukan karena iseng atau termakan iklan.
Tidak, alasan yang sesungguhnya adalah karena kita merasa produk yang mereka tawarkan memberikan nilai tambah terhadap kehidupan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar